Senin, 23 Mei 2016

Contoh Makalah Konsep Berkarya



A.    Unsur Karya
1.      Ide/Gagasan
Saya mengambil ide dari permasalahan hukum di Indonesia, dimana sekarang hukum dapat dikendalikan oleh uang. Oleh karena itu, saya ingin menggambarkan hal tersebut dalam bentuk karikatur.
2.      Latar Belakang
Kemelut permasalahan di Indonesia ini sangat banyak dan kompleks. Terutama masalah di bidang hukum yang sebenarnya letak dari permasalahan tersebut ada pada pelaksana-pelaksana hukum yang menegakkan hukum di Indonesia.
Hukum ini dengan mudah dapat dibeli dengan uang, sehingga orang yang memiliki banyak uang bermasalah dengan hukum, maka orang tersebut dapat dengan mudah lepas dari jeratan hukum tersebut, entah itu dengan cara menyogok, menyuap, atau yang lainnya. Oleh karena itu, saya ingin menggambarkan hal tersebut.
3.      Tema
“Permasalahan di Indonesia”
4.      Sub Tema
“Permasalahan Hukum di Indonesia”
5.      Judul
“Mau Sampai Kapan?”
6.      Objek
Objek yang akan saya ambil diantaranya:
a.       Timbangan Lengan, di sisi kiri ada hakim, di sisi kanan ada uang, digambarkan keduanya sama berat, hal tersebut menggambarkan seimbangnya hukum dengan uang bahkan mungkin uang bisa lebih berat. Timbangan ini menggambarkan Keadilan.
b.      Hakim, kitab UUD 1945, hukum Pidana dan Perdata, menggambarkan bentuk hukum di Indonesia.
c.       Karikatur Uang dan Uang, menggambarkan permasalahan hukum di Indonesia.
7.      Gaya/Aliran
Gaya/Aliran yang akan saya ambil adalah Karikatur, gaya yang bersifat nonrealistis dan kekanak-kanakan.

B.     Alat, Bahan dan Teknik
1.      Alat
a.       Kuas kecil
b.      Kuas Besar
c.       Palet
d.      Pensil
e.       Penghapus
f.       Gelas air mineral
g.      Lap
h.      Kertas koran
2.      Bahan
a.       Kanvas
b.      Cat Minyak
c.       Air
d.      Kertas A4 dan A3
3.      Teknik
a.       Teknik Sapuan : Melukis menggunakan kuas.
b.      Teknik Aquarel : Sapuan warna yang tipis, hasilnya terkesan transparan.
c.       Teknik Plakat : Sapuan warna yang tebal, hasilnya tampak pekat menutup medianya.


C.    Langkah Kerja
1.      Mencari ide/gagasan.
2.      Menuangkan ide/gagasan tersebut kedalam Deskripsi Karya.
3.      Membuat Deskripsi Karya.
4.      Membuat tiga sketsa dalam kertas A4 berdasarkan pada Deskripsi Karya.
5.      Melakukan konsultasi dengan pembimbing untuk menilai sketsa.
6.      Merevisi sketsa pilihan hasil konsultasi.
7.      Membuat sketsa baru dengan memperhatikan saran dari pembimbing.
8.      Membuat sketsa/desain mendekati ukuran kanvas, seperti pada kertas A3.
9.      Mewarnai sketsa/desain tersebut dengan memperhatikan pemilihan warna dan komposisi warna.
10.  Melakukan konsultasi dengan pembimbing tentang sketsa yang sudah diwarnai.
11.  Mempersiapkan alat dan bahan untuk melukis pada kanvas.
12.  Membuat sketsa pada kanvas menggunakan pensil, yang pertama menggambar Timbangan dengan memperhatikan keseimbangan gambar pada kanvas karena objek timbangan harus ada di tengah. Lalu menggambar Hakim dan perangkat hukum, serta dilanjutkan menggambar Karikatur Uang dan Uang.
13.  Melukis dengan memperhatikan pemilihan warna dan komposisi warna.
14.  Melukis diawali dari latar belakang sketsa pada kanvas.
15.  Melanjutkan melukis pada objek, dimulai dari objek besar sampai kecil.
16.  Finishing.
17.  Merencanakan Pameran.
a.       Menentukan tujuan.
b.      Menentukan tema pameran.
c.       Menyusun kepanitiaan.
d.      Menentukan waktu dan tempat.
e.       Menyusun agenda kegiatan.
f.       Menyusun proposal kegiatan.

18.  Mempersiapkan Pameran.
a.       Menyiapkan karya.
b.      Menyiapkan perlengkapan pameran, seperti: ruang pamer, panil, lampu sorot, sound system, poster, brosur, katalog, folder meja, buku tamu, buku kesan dan pesan, tanaman hias, dll.
c.       Menata alur arus pengunjung yang disesuaikan dengan kondisi ruangan.
19.  Dalam Pameran perlu diperhatikan penataan karya yang akan dipamerkan. Penataan karya yang dipamerka dilakukan atas dasar pertimbangan berdasarkan jenis, ukuran, warna, dan tinggi-rendah pemasangannya.
20.  Pencahayaan juga sangat penting. Penataan cahaya dikelompokan menjadi dua, yaitu Pencahayaan secara Khusus(pencahayaan terhadap karya dengan menggunakan spot-light) dan secara Umum(Pencahayaan ruang pameran untuk kepentingan pengunjung membaca katalog, dan sebagainya.
21.  Melaksanakan Pameran
a.       Dimulai dengan kegiatan pembukaan, seperti sambutan ketua panitia, kepala sekolah, dsb.
b.      Dilanjutkan dengan berkeliling area pameran.
22.  Melakukan Dokumentasi
23.  Penilaian akhir.


Penggolongan:
DESKRIPSI TEKNIK PEWARNAAN
1.      Pewarnaan dimulai dari latar lukisan, lalu dilanjutkan dengan mewarnai objek.
2.      Dalam pewarnaan objek dimulai dari objek berukuran besar dilanjutkan dengan objek yang kecil.
3.      Dalam pewarnaan diusahakan adanya gradasi warna dan permainan cahaya sehingga adanya kesan gelap-terang.
4.      Menonjolkan objek utama degan mewarnainya mengguakan warna yang kuat dan mencolok.
5.      Warna latar tidak kuat, diusahakan warna pastel atau redup sehingga tidak bertabrakan atau mengalahkan warna objek utama.
DESKRIPSI TATA LETAK LUKISAN
1.      Lukisan ditata berdasarkan jenis, ukuran, warna, dan besar-kecilnya lukisan.
2.      Lukisan diletakkan secara pas dengan pandangan orang yang melihat. Tidak terlalu bawah atau terlalu atas. Hal ini dilakukan supaya penikmat dapat nyaman dalam menikmati lukisan tersebut.
3.      Adanya penempatan khusus bagi karya yang diunggulkan supaya menarik perhatian.
4.      Pencahayaan dalam tata letak lukisan juga sangat penting. Penataan cahaya dikelompokan menjadi dua, yaitu Pencahayaan secara Khusus(pencahayaan terhadap karya dengan menggunakan spot-light) dan secara Umum(Pencahayaan ruang pameran untuk kepentingan pengunjung membaca katalog, dan sebagainya).
5.      Pencahayaan terhadap karya diusahakan tidak menyilaukan mata pengunjung terhadap karya yang dipamerkan.



DESKRIPSI PAMERAN
1.      Merencanakan Pameran.
a.       Menentukan tujuan.
b.      Menentukan tema pameran.
c.       Menyusun kepanitiaan.
d.      Menentukan waktu dan tempat.
e.       Menyusun agenda kegiatan.
f.       Menyusun proposal kegiatan.
2.      Mempersiapkan Pameran.
a.       Menyiapkan dan memilih karya.
b.      Menyiapkan perlengkapan pameran, seperti: ruang pamer, panil, lampu sorot, sound system, poster, brosur, katalog, folder meja, buku tamu, buku kesan dan pesan, tanaman hias, dll.
c.       Menata alur arus pengunjung yang disesuaikan dengan kondisi ruangan.
3.      Melaksanakan Pameran
a.       Umumnya dimulai dengan kegiatan pembukaan pameran yang dimulai dari kata sambukan ketua panitia, pembimbing, dan kepala sekolah.
b.      Jika ada melibatkan seniman atau pejabat daerah dapat juga dimintai untuk memberikan sambutan.
c.       Pada saat pembukaan pengunjung diberi katalog pameran dan dipersilahkan untuk mencicipi jamuan yang telah disediakan oleh Panitia.
d.      Dalam pelaksanaanya, jika/apabila memamerkan karya seniman atau lembaga kesenian professional, penjagaan keamanan terhadap karya harus diperketat.
e.       Pengunjung tidak diperkenankan untuk menyentuh karya tanpa seijin seniman atau panitia.
f.       Papan peringatan untuk tidak memegang dan memotret karya yang perlu dipasang disekitar karya tetapi jangan sampai menggangu pengunjung/keindahan karya yang dipamerkan.
Jika ada yang melanggar, tegurlah dengan sopan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar